Inspirasi Pernikahan

Media inspirasi pernikahan pasangan

Susunan Acara Pernikahan dalam Agama Kristen

Susunan Acara Pernikahan dalam Agama Kristen

Susunan acara pernikahan merupakan hal penting yang mana menjadi inti dari prosesi tersebut. Pada dasarnya, setiap agama memiliki susunan acara pernikahan yang sesuai dengan ajaran masing-masing. Meski demikian, tapi seluruh agama memiliki tujuan yang sama dalam pernikahan yaitu menyatukan dua insan dalam sebuah hubungan yang resmi.

Dalam agama Kristen, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan calon mempelai pria dan wanita sebelum memasuki dunia pernikahan. Baptisan merupakan hal utama yang perlu dilalui oleh seorang Kristen. Pada umumnya, prosesi baptisan dilakukan ketika seseorang masih dalam usia anak-anak.

Ketika telah beranjak remaja atau dewasa, seorang Kristen wajib menjalani Katekisasi. Prosesi tersebut merupakan masa di mana seseorang mendapatkan pengajaran lebih dalam soal agama Kristen yang diajari oleh pemimpin agama, yaitu Pendeta. Apabila seseorang telah menjalani Katekisasi, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah Sidi sebagai prosesi peneguhannya.

Susunan Acara Pernikahan umat Kristiani

Susunan Acara Pernikahan dalam Agama Kristen

Saat seorang Kristen telah menemukan kekasih yang cocok, tahapan selanjutnya adalah menikah. Dalam agama Kristen, sebelum menjalani susunan acara pernikahan langkah yang perlu dilalui adalah sekolah pra nikah. Sepasang kekasih akan diberikan pengajaran mengenai pernikahan oleh gereja. Tujuannya agar keduanya memahami esensi pernikahan itu sendiri serta pengajaran soal kehidupan berkeluarga.

Prosesi pemberkatan termasuk ke dalam susunan acara pernikahan umat Kristen sebelum menjalani resepsi. Selain keluarga kedua mempelai, prosesi pemberkatan biasanya dihadiri oleh sahabat serta kerabat dekat lainnya. Berikut adalah susunan acara pernikahan yang perlu dilalui oleh umat Kristen:

Puji-pujian

Susunan acara pernikahan yang pertama adalah menyanyikan puji-pujian. Dikarenakan pemberkatan dilakukan di Gereja, maka lagu-lagu yang disenandungkan adalah lagu rohani. Tentu saja lagu tersebut berkenaan dengan pernikahan. Tujuan menyanyikan puji-pujian adalah sebagai bentuk penyembahan Tuhan.

Pembacaan firman Tuhan

Susunan acara pernikahan yang kedua adalah pembacaan firman Tuhan. Pendeta yang menjadi pemimpin upacara pernikahan akan membacakan firman Tuhan tentang pernikahan. Khotbah mengenai pernikahan dalam agama Kristen pun diberikan oleh Pendeta.

Pengucapan janji nikah

Pengucapan janji nikah menjadi susunan acara pernikahan yang paling ditunggu. Kedua mempelai berdiri di depan altar dan disaksikan oleh keluarga dan tamu hadirin untuk mengucapkan janji suci mereka. Momen ini sekaligus menjadi momen yang paling menengangkan karena setelah mengucapkan janji nikah, sepasang kekasih resmi menjadi pasangan suami istri di mata Tuhan. Tidak heran apabila momen ini mampu membuat siapa saja yang menyaksiskan meneteskan air mata.

Penyematan cincin

Cincin merupakan simbol komitmen dalam pernikahan. Di hadapan keluarga dan tamu hadirin, mempelai diminta untuk menyematkan cincin pada jari manis pasangannya. Suasana haru dan bahagia bercampur menjadi satu dalam susunan acara pernikahan yang satu ini.

Doa pemberkatan

Setelah menjalani keempat susunan acara pernikahan di atas, selanjutnya adalah doa pemberkatan yang dipimpin oleh Pendeta. Doa-doa yang dipanjatkan tidak terlepas dari rasa syukur atas resminya kedua pasangan yang telah menikah. Doa untuk kehidupan pernikahan keduanya juga dipanjatkan. Kekuatan doa memang tidak dapat dipungkiri.

Resepsi pernikahan

Susunan acara pernikahan yang terakhir adalah resepsi. Sebenarnya, resepsi pernikahan bukanlah hal yang wajib untuk dilakukan. Namun, bagi masyarakat modern resepsi menjadi hal yang harus diadakan setelah menjalani prosesi pemberkatan. Berbeda dengan pemberkatan yang suasananya mengharukan, resepsi pernikahan cenderung ceria.

Itulah hal-hal yang perlu dilakukan oleh umat Kristen sebelum menikah serta susunan acara pernikahannya. Apakah kamu seorang Kristen yang akan melanjutkan jenjang pernikahan dengan pasanganmu? Apakah kamu dan pasangan telah memenuhi syarat-syarat tersebut? Kiranya kami harap artikel ini mampu membantu dan menginspirasimu.