Inspirasi Pernikahan

Media inspirasi pernikahan pasangan

Mengenal Tradisi Pernikahan ala Arab

Mengenal Tradisi Pernikahan ala Arab

Pernahkah kamu menghadiri pernikahan ala Arab dengan dekor wedding-nya arabian style? Atau kamu berencana menikah dengan tema arabian style?

Pernikahan ala Arab biasanya identik dengan kemewahan seperti di cerita Seribu Satu Malam atau Aladin. Pernikahan di mana bertabur lampu-lampu berkilau dan suasana yang glamor, sehingga terkesan mahal.

Akan tetapi, sebetulnya pernikahan ala Arab tidak semahal itu. Banyak keturunan Arab di Indonesia yang menikah dengan menggunakan tema pernikahan Arab, tapi tidak terlalu mahal. Pernikahan ala Arab yang diselenggarakan mereka itu pun bisa dipadukan dengan pernikahan adat di Indonesia, tergantung dari tempat tinggal atau asal daerah mereka di Indonesia.

Sebagai contoh, warga keturunan Arab-Palembang akan memadukan tema pernikahannya antara ala Arab dan adat Palembang. Digabung dengan adat apapun, pastinya ada keunikan dari tema pernikahan ala Arab, termasuk dekor wedding-nya.

Berikut hal-hal yang pasti ada dalam pernikahan ala Arab

Mengenal Tradisi Pernikahan ala Arab

Khitbah

Khitbah merupakan susunan acara paling awal dapat diartikan sebagai menyampaikan niat dan keinginan dari keluarga calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita. Acara ini dihadiri oleh keluarga inti dari kedua belah pihak. Calon mempelai pria diperbolehkan untuk bertemu dengan calon mempelai wanita, Keluarga mempelai wanita akan memutuskan pada saat khitbah ini apakah akan menerima pinangan dari keluarga mempelai pria, atau tidak.

Fatihah

Fatihah di sini maksudnya adalah pembacaan surat Al-Fatihah, yang biasanya dilakukan oleh keluarga Arab untuk memulai suatu doa. Surat Al-Fatihah mendapatkan julukan ummul qur’an (ibu dari semua surat di Al-Qur’an), sehingga membacanya sebelum berdoa akan membuat doa lebih terkabul. Pembacan Al-Fatihah ini pertanda bahwa hajat besar akan terlaksana, jadi diperlukan doa agar hajat tersebut terlaksana dengan lancar, hajat ini adalah pernikahan.

Hal ini merupakan bentuk penerimaan dari keluarga calon mempelai wanita, bahwa putri mereka boleh dinikahi oleh calon mempelai pria. Ibu dari calon mempelai pria pun akan memasangkan cincin pada jari calon mempelai wanita, jadi acara ini miip dengan tunangan. Bedanya adalah, acara ini khusus wanita, sehingga calon mempelai priapun tidak diperkenankan untuk hadir. Namun seiring berjalannya waktu, saat ini banyak keluarga keturunan Arab yang memperkenankan hadirnya pria pada acara tersebut.

Malam Pacar

Sehari menjelang akad nikah diselenggarakan malam pacar, yaitu pemakaian hena (pacar) pada tangan dan kaki calon mempelai wanita. Malam pacar ini merupakan malam lepas lajang calon mempelai wanita, sehingga akan dihadiri oleh teman-teman dan saudari-saudari wanita  dari sang calon mempelai. Calon mempelai wanita biasanya akan menari tarian Arab.

Akad Nikah

Akad nikah para keturunan Arab agak berbeda dari akad nikah lainnya di Indonesia. Akad nikah hanya dihadiri para pria. Jadi kebalikan dari Fatihah dan Malam Pacar, di mana kedua acara itu hanya dihadiri para wanita. Sebelum akad nikah dilangsungkan, dibacakan maulid, sejarah singkat nabi Muhammad dalam bahasa Arab, serta khutbah nikah dalam bahasa Arab. Calon mempelai pria akan menggunakan baju gamis dan sorban. Akad nikah dilangsungkan dalam bahasa Arab yang sebelumnya sudah dihafalkan oleh ayah atau wali dari calon mempelai wanita dan  sang calon mempelai pria.

Lafal akad nikah dalam bahasa Arab yang diucapkan ayah atau wali calon mempelai wanita adalah:

“Ankahtuka wa zawwajtuka mahtubataka …. (nama calon mempelai wanita) binti ‘alal mahar (menyebut mahar dalam bahasa arab).”

Artinya: Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan pinanganmu kepada putri saya …. dengan mahar ….

Kemudian dijawab oleh calon mempelai pria:

“Qobiltu nikahaha wa tazwijaha ‘alal mahri mazkuur wa rodhhitu bihi, wallahu walliyut taufiq.“

Artinya: Aku terima pernikahan dan perkawinannya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugrah.

Setelah akad nikah dinyatakan sah oleh para saksi, kemudian dibacakan doa oleh seorang ulama, agar pernikahan tersebut membawa keberkahan baik di dunia maupun di akhirat.

Setelah akad nikah, mempelai pria diarak menuju tempat mempelai wanita menunggu. Arak-arakan ini diikuti oleh keuarga dan teman-teman mempelai pria diiringi para pria yang membawa rebana dengan menyenandungkan sholawat.

Walimah (Resepsi)

Acara berikutnya adalah walimah (resepsi). Pada acara inilah baru dekor wedding ala Arab akan terlihat. Gemerlapnya dunia seribu satu malam bisa terlihat pada dekor wedding di acara resepsi. Walau sudah banyak juga yang memakai atau memadukan dekor wedding dengan tema pernikahan internasional atau budaya tertentu dari Indonesia. Banyak acara walimah keturunan Arab yang hanya dihadiri tamu wanita, karena tamu pria sudah diundang pada akad nikah.

Akan tetapi ada juga yang menggabung tamu pria dan wanita pada acara resepsi tersebut. Bagaimanapun konsep acara yang dipilih, tetap ada ciri khas pada pernikahan ala Arab ini, yaitu hadirnya masakan khas Arab seperti nasi kebuli dan berbagai jenis olahan kambing. Selain itu, para tamu akan dihibur dengan musik gambus. Pengantin pria biasanya akan didaulat untuk menari zapin dengan teman dan kerabatnya.

Begitulah tema pernikahan ala keturunan Arab yang dilakukan di Indonesia. Sudah banyak dari bagian acara maupun dekor wedding-nya yang menyesuaikan dengan budaya lokal. Sedang cari vendor wedding dekor, henna, MC, atau wedding planner ala Arab? Cari di Wedding Market saja!