Inspirasi Pernikahan

Media inspirasi pernikahan pasangan

4 Hal yang Tidak Bisa Lepas dari Pernikahan Adat Betawi

4 Hal yang Tidak Bisa Lepas dari Pernikahan Adat Betawi

Apa yang kalian pikirkan tentang pernikahan adat Betawi? Ondel-ondel? Roti buaya? Atau mungkin musik-musik riang?

Semuanya memang ada dalam pernikahan dengan adat ini, terutama mengingat kalau adat Betawi adalah salah satu pernikahan adat yang masih banyak digunakan orang, karena yang keturunan Betawi memang masih banyak banget, baik yang masih tinggal di sekitaran Jakarta, ataupun yang sudah pergi merantau ke daerah-daerah lain.

Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya pernikahan adat, terumasuk pernikahan adat Betawi akan mengalami banyak perubahan. Ada bagian yang diubah, aspek-aspek yang berkembang, sampai bahkan dicampur dengan adat lain juga. Namun, tetap saja ada yang membedakan pernikahan adat yang satu ini dengan adat yang lain, seperti hal-hal di bawah ini, guys!

Ikon-ikon dari Pernikahan Adat Betawi

Ikan Bandeng

Hasil gambar untuk ikan bandeng

Untuk kamu yang belum familiar dengan pernikahan adat Betawi, mungkin kamu akan bertanya-tanya, mengapa ikan bandeng? Eits, tapi jangan salah! Ikan yang biasanya kamu kenal sebagai oleh-oleh khas Semarang dalam bentuk ikan presto dan diberi sambal, rupanya merupakan benda ikonik yang akan digantung di pintu rumah dalam prosesi Ngedelengin, yang merupakan proses ‘kode-kodean’.

Ketika seorang cowok naksir dengan seorang cewek nih, maka dia akan meminta paman atau bibi dari cewek itu yang berperan sebagai Mak Comblang, untuk menggantung ikan. Gunanya supaya cowok-cowok lain tidak ada yang mendekati cewek itu, hihi!

Roti Buaya

Roti buaya ini maksudnya apa, sih? Barangkali kalian bertanya-tanya, terutama untuk kalian yang belum lihat bagaimana bentuknya. Namun, tenang saja, rotinya bukan terbuat dari daging buaya, kok! Lagipula, daging buaya ‘kan agak mahal. Roti buaya yang digunakan dalam pernikahan adat Betawi ini merupakan roti panggang biasa yang dibentuk menyerupai buaya.

Roti ini merupakan salah satu barang wajib untuk prosesi Ngerudat, tahap dimana cowok datang ke rumah cewek membawa rombongan dan seserahan ke rumah cewek! Rombongan besar akan datang menggunakan delman hias, dan saat tiba, akan ada suara petasan rentet yang menyambut mereka. Berbeda dari kue pernikahan, Roti buaya ini ada dalam paket seserahan, sebagai simbol dari… banyak hal! Diharapkan, seperti buaya, kedua mempelai akan menjadi pribadi yang ulet, setia, dan panjang umur.

Ondel-Ondel

Memang kalau bicara tentang Betawi dan Jakarta, tidak akan lepas dari yang namanya Ondel-ondel. Sebenarnya tidak hanya pernikahan, tetapi hampir semua upacara adat Betawi pun menggunakan ondel-ondel untuk menyemarakkan suasana.

Walau aslinya ondel-ondel ini seram dan digunakan untuk tolak bala, tapi seiring berjalannya waktu, ikon resmi budaya Betawi yang makin terkenal sejak dinyanyikan Benjamin Sueb ini pun menjadi lebih semarak dan tidak lagi digunakan untuk yang seram-seram. Bahkan, rasanya sekarang kurang afdol kalau melakukan upacara adat Betawi, tanpa ondel-ondel. Iya nggak, sih?

Pantun

Pantun… yang mana? Tentu saja yang dulu kalian pernah pelajari di sekolah, yang bersajak a-b-a-b itu! Pantun ini adalah salah satu budaya yang dibawa dari tanah Melayu, tapi mengingat dulu Batavia adalah kota dimana semua budaya campur aduk, maka pernikahan adat Betawi juga mengadopsi tradisi ini. Yang unik di sini, berbalas-balas pantun ini dilakukan seperti bertarung! Perwakilan dari pihak cewek dan pihak cowok akan bertarung dengan pantun, karena pihak mempelai cewek ingin melihat seberapa lihai dan cerdiknya cowok yang kelak akan jadi suaminya.

Awalnya pantun akan dimulai dari bertukar salam, tetapi lama-lama isi pantun akan memanas sampai akhirnya pihak cewek akan mengakui kekalahan mereka dalam aksi berbalas pantun ini! Bagaimana seru, bukan?

Wah, rupanya banyak hal dari tradisi pernikahan adat Betawi yang unik dan barangkali tidak ditemukan dalam pernikahan adat lainnya. Menurut kalian sendiri bagaimana? Hal-hal apa yang paling kalian sukai dari pernikahan adat Betawi?